(Malang, HARISPRADIPTA.blogspot.com)
Akhirnya gue mengerjakan Proyek Akhir juga. Apa itu Proyek Akhir? Proyek Akhir itu Skripsinya Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang ambil studi D3. Lalu apa hubungannya dengan judul post ini?
Nah, begini ceritanya. Judul Proyek Akhir gue “Studi Perbandingan Biaya dan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Dinding Menggunakan Batu Bata Ringan Citicon Dengan Batu Bata Merah Proyek Pembangunan Rumah Dua Lantai Perumahan Araya Kavling 43 & 45”, panjang ya? Karena menurut gue yang panjang itu pasti keren!
Nah, seperti yang tertera dalam judul, gue membahas tentang biaya dan waktu. Untuk perhitungan biaya proyek, teman-teman dapat membaca di post gue sebelumnya tentang cara-cara perhitungan RAB (klik disini). Setelah perhitungan RAB, para kontraktor harus meneruskan pekerjaannya menghitung RAP atau Rencana Anggaran Pelaksanaan. RAP kebutuhan material dan tenaga secara detail untuk menyelesaikan suatu bangunan, atau dapat juga dimaksud dengan penjabaran dari RAB (Rencana Anggaran Biaya). Pada umumnya RAB digunakan untuk mengajukan penawaran pekerjaan borongan, sedangkan RAP digunakan untuk menentukan jumlah material dan tenaga dalam pelaksanaan pembangunan.
Kemudian setelah jumlah duit berhasil diketahui, maka kontraktor dapat melangkah ke pembuatan kurva S. Untuk contoh mudahnya saya ambilkan dari proyek yang kapasitasnya kecil (gue belum dapat persetujuan untuk mempublikasikan RAB, RAP dan kurva S proyek yang gue gunakan sebagai obyek Proyek Akhir. Sori…).
Tapi sebelum itu, mari kita kenal dulu apa itu kurva S atau dalam bahasa kerennya disebut S-Curve. Kurva S secara grafis adalah penggambaran kemajuan kerja (bobot %) kumulatif pada sumbu vertikal terhadap waktu pada sumbu horisontal. Kemajuan kegiatan biasanya diukur terhadap jumlah uang yang telah dikeluarkan oleh proyek. Perbandingan kurva “S” rencana dengan kurva pelaksanaan memungkinkan dapat diketahuinya kemajuan pelaksanaan proyek apakah sesuai, lambat, ataupun lebih dari yang direncanakan.
Bobot kegiatan adalah nilai persentase proyek dimana penggunaannya dipakai untuk mengetahui kemajuan proyek tersebut.
Misalnya sebuah proyek memiliki bobot pekerjaan seperti pada tabel di bawah ini.
Maka perhitungan bobot kegiatan (2), beton/dinding adalah:
Setelah mendapatkan bobot kegiatan, selanjutnya adalah membuat tabel bar chart dan bobot kegiatan yang didistribusikan ke setiap periode kegiatan. Misalnya, kegiatan beton/dinding akan dilaksanakan selama enam minggu, maka bobot kegiatan beton/dinding per periode adalah:
Hasil setiap periode dijumlahkan dan selanjutnya bobot per periode ditambahkan periode sebelumnya sehingga akhir proyek akan mencapai bobot 100 %. Selanjutnya, dibuatkan kurva dengan memplot nilai bobot per periodenya, seperti pada gambar di bawah ini.
Banyak orang bingung tentang bagaimana mengalokasikan waktu untuk tiap-tiap jenis kegiatan pekerjaan (dalam gambar tertera bahwa pekerjaan beton/dinding dialokasikan menjadi 6 minggu). Mungkin bagi para ahli manajemen proyek, ini bukan hal yang sulit namun bagi gue hal ini cukup membuat gue tidak bisa tidur semalaman.
Untuk mengalokasikan waktu dari sebuah pekerjaan kita dapat menggunakan cara volume pekerjaan dinding keseluruhan harus dibagi dengan kecepatan konstruksi material batu bata merah, yaitu 6 – 8 m2/hari.
Jika dalam pembuatan Time Schedule waktu dibagi menjadi per minggu, maka hasil pembagian volume pekerjaan dengan kecepatan konstruksi harus dibagi dengan tujuh hari dalam satu minggu.
Misalnya pada contoh proyek pada lantai satu memiliki volume pekerjaan dinding sebesar 51 m3. Maka langkah untuk menghitung alokasi pekerjaan, pertama adalah konversi satuan volume dari m3 menjadi m2, karena 1 m3 sama dengan 6,7 m2 (tebal bata pada umumnya), maka:
51 m3 x 6,7 = 341,7 m2
Kemudian satuan luas yang didapat dari konversi volume pekerjaan dibagi dengan kecepatan konstruksi dinding menggunakan pasangan batu bata merah:
Jika dalam time schedule waktu pelaksanaan didistribusikan menjadi satuan minggu, maka jumlah hari yang diperoleh harus dibagi dengan tujuh hari:
Jadi jika bobot pekerjaan dinding batu bata merah misalnya 5,787 %, maka persentase tersebut harus dibagi dengan jumlah minggu yang ditemukan. Kemudian hasilnya dimasukkan pada chart pada time schedule dalam satuan persen yang telah ditemukan, yaitu 0,965 %.
Nah, sekarang sudah dapat kita ketahui darimana angka 0,965 di gambar time schedule di atas dan bagaimana cara alokasi waktu enam minggu untuk pekerjaan beton/dinding.
Semoga post ini bermanfaat bagi teman-teman sekalian. Pada post berikutnya gue janji akan membagikan Proyek Akhir gue pada teman-teman sekalian. Tentunya kalau Proyek Ahir gue sudah diuji. Gue harap teman-teman sudi memberikan kritik dan saran.(download laporan Proyek Akhir saya di sini)
NB: Sebagai referensi teman-teman dapat unduh file contoh perhitungan RAB dan pembuatan kurva-S (klik disini).
Sabtu, Mei 01, 2010
Membuat Kurva-S [Manajemen Proyek]
Profil Saya
- Haris Pradipta
- Saya Haris Pradipta Putra, bekerja di PT. PJB - Badan Pengelola Waduk Cirata/BPWC, di bidang Pemeliharaan Sipil. Terima kasih atas bantuannya dan atas kunjungannya ke blog saya.
5:45 AM
Haris Pradipta
Posted in: 




28 comments:
kpd mas haris yg baik hati...sudah bersedia membagikan ilmu yg sangat bermanfaat bagi dunia sipil...kalau boleh saya memberikan saran..untuk kemudahan dalam membuat time shedule, terutama dlm menentukan durasi hari pekerjaan per item ...mas haris bisa tidak membuat form rata2 durasi pek. / harinya...sprti cntoh di atas...pemasangan dinding bata 6-8m2/harinya...
@ FORPAMIS: Durasi pekerjaan pada post di atas (6-8 m2/hari) adalah hasil penelitian di lapangan dan sifatnya sangat relatif.
Saudara bisa mendapatkan form rata2 durasi pekerjaan seperti yang anda minta dengan kontak langsung email saya.
Terima Kasih.
terima kasih mas haris buat ilmunya....kapan2 bahas cara membuat kurva s pake excel ya...hehe..ditunggu loh..
@ Erosanin: Terima kasih supportnya. Segera saya post tentang pembuatan kurva S dengan excel.
Terima kasih aras infonya mau sidang magang nih ...
thank u so muccch haris pradita fo ur post.u're really really helped me [it really means to me],because i already confused and almost gived up to do my exam about kurva s.
thank u...nw i can do my exam and become more more understand to make kurva s.
good luck....god bless u.
thnk uuuuuuu =>
terima kasih banyak mas haris,,
sangat bermanfaaat :)
mksi mas
:)
mantab!
ko ga bisa ya didonlot laporan proyek akhirnya ???
Maaf sebelumnya buat mbak Riris dan teman-teman sekalian yang membaca post ini.
Karena alasan yang belum diketahui, link ziddu.com untuk download Laporan Tugas Akhir saya tidak bisa ditemukan (gagal diakses).
Bagi yang membutuhkannya silakan klik link scribd.com di bawah ini.
http://www.scribd.com/doc/33631003/PERBANDINGAN-BIAYA-PEKERJAAN-DINDING-BATA-RINGAN-DENGAN-BATA-MERAH
Bagaimanapun saya membutuhkan saran dan kritik mengenai tulisan saya tersebut.
Terima kasih.
terimakasih atas ilmunya... semoga makin sukses
ini membantu sekali utk mengingat2 kembali kul manajemen proyek, makasih eaa :D
makasih masbro... sangat bermanfat..
blajar dlu ah...makasih infox
Mkasih infonya boss, berguna skali buat pembelajaran siswa2 saya...
Terima kasih kembali. Saya tunggu saran dan masukan dari anda semua di email saya.
thx sangat berguna,,..snagt membantu kami yang lg penelitian,.dituggu post yang lebih luas mengenai kurva s dan cara ngerjain pake office..
rutam nuwus sam.... :D
Salam :)
Terimakasih atas infonya ya, ini yang saya butuhkan saat ini :)
Sangat menarik untuk bahan saya mengajar Mhs Teknik Sipil. Terima kasih sudah menyempatkan menulis artikel ini.
Salam
kalo untuk pekerjaan MEP gmn y??
Mas haris bsa dimirimin gak form rata2 durasi pekerjaannya ke email ku..
denyasyurhok@gmail.com,,
Terimakasih sebelumnya mas.
Berapa durasi untuk suatu pekerjaan bisa DIPERKIRAKAN dari upah pekerjaan ybs.
Contoh : Upah pekerjaan plesteran per m2 Rp 25'000.
Jika total pekerjaan plesteran 100 m2, maka total upah Rp 2'500'000,-.
Jika PER HARI dikerjakan oleh 3 grup ( 3 tukang + 3 pembantu, upah tukang Rp 60'000, upah pembantu Rp 40'000 ) maka upah total per hari Rp 300'000,-
Dengan kata lain WAKTU YG DIPERLUKAN dengan kondisi di atas = Rp 2'500'000 dibagi Rp 300'000 = 8.3 hari.
Jika anda seorang pengawas lapangan, angka2 di atas sangat berguna untuk mengukur kinerja pekerja, apakah cepat / lambat, jika anda pemborong / mandor bisa mengukur apakah dalam pekerjaan plesteran tsn anda untung ( krn cepat ) atau rugi ( karena lambat ), contoh : Upah per hari pekerjaan di atas Rp 300'000, ini SETARA dengan prestasi 12 m2.
Jika prestasi per hari lebih kecil dari 12 m2, maka disebur terlalu pelan, atau rugi, demikian sebaliknya jika prestasi lebih besar dari 12m2, maka dikatakan cepat atau untung.
Kesimpulannya perlu tukang yang terampil, minimal standard.
ber mamal bukan hanya dengan harta tapi ilmu pengetahuan juga harus di amalkan, terimakasih mas haris
Saya dari base Electro ada tawaran teman bid kontruksi dengan share ilmunya sangat membatu saya Pak Haris Pradipta tank's Regards
hallo gan , bsa ga data ni kirim email ane , ane butuh nih ke ramapratama2610@gmail.com ya
Poskan Komentar
Terima kasih telah meninggalkan komentar.
Jika anda membutuhkan penjelasan lebih lanjut ataupun bantuan seputar artikel di atas, silahkan kontak saya di haris.pradipta[at]gmail.com